Tradisi pulang kampung atau mudik merupakan momen yang paling dinantikan oleh masyarakat, terutama saat mendekati perayaan besar. Namun, kegembiraan menyambut kampung halaman sering kali membuat pemilik rumah melupakan aspek keamanan tempat tinggal yang ditinggalkan. Mengingat tingginya risiko insiden yang bisa terjadi selama rumah kosong, PMI Papua mengambil langkah preventif dengan memberikan Edukasi Waspada Kebakaran kepada masyarakat yang berencana meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu.
Kebakaran rumah saat ditinggalkan pemudik merupakan ancaman nyata yang sering dipicu oleh faktor sepele seperti hubungan arus pendek listrik. Banyak warga yang lupa mencabut peralatan elektronik yang masih tersambung ke stopkontak sebelum meninggalkan rumah. Selain itu, penggunaan kabel yang tidak standar atau penumpukan steker pada satu titik colokan dapat menyebabkan panas berlebih yang memicu percikan api. Dalam sesi sosialisasi yang dilakukan secara intensif, tim relawan PMI menekankan agar warga memastikan seluruh perangkat elektronik, termasuk dispenser, televisi, hingga pengisi daya ponsel, dalam kondisi benar-benar tidak teraliri listrik.
Selain permasalahan kelistrikan, warga juga diingatkan untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada instalasi gas dapur. Selang gas yang sudah retak atau tabung yang tidak tertutup rapat adalah bom waktu yang sangat berbahaya. PMI menyarankan agar regulator gas dicabut dari tabung sebelum pemilik rumah berangkat mudik dalam durasi yang lama. Pesan dari PMI Papua ini merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam menjaga keselamatan masyarakat, sehingga mereka dapat menikmati libur Lebaran di kampung halaman tanpa dihantui rasa cemas akan kondisi rumah yang ditinggalkan.
Pentingnya menjaga kewaspadaan ini diperkuat dengan edukasi mengenai tindakan awal jika terjadi musibah. PMI memberikan tips praktis, seperti menitipkan kunci cadangan kepada tetangga yang tidak mudik atau ketua lingkungan setempat, sehingga akses ke dalam rumah tetap bisa dilakukan jika terjadi kondisi darurat. Langkah kecil seperti memastikan lingkungan sekitar rumah aman dari tumpukan sampah yang mudah terbakar juga menjadi poin penting dalam edukasi ini. Dengan lingkungan yang bersih dan aman, risiko penyebaran api dapat ditekan seminimal mungkin jika insiden tak diinginkan terjadi.