Menjalankan tugas kemanusiaan di medan yang menantang seperti di wilayah Papua bukanlah perkara mudah. Kondisi geografis yang didominasi pegunungan tinggi, hutan lebat, serta akses transportasi yang terbatas menuntut setiap relawan Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki stamina yang prima. Sebagai upaya menjaga kesiapan operasional, kini diadakan Latihan fisik secara rutin bagi seluruh relawan di berbagai distrik. Program ini dirancang khusus untuk memastikan bahwa setiap personel tetap berada dalam kondisi bugar, baik secara fisik maupun mental, guna merespons setiap panggilan darurat di lapangan dengan cepat dan tepat.
Aktivitas kebugaran ini tidak hanya sekadar olahraga lari atau senam pagi, melainkan simulasi beban yang menyerupai kondisi saat melakukan evakuasi korban. Para relawan dilatih untuk membawa peralatan medis berat melalui jalur yang terjal, melakukan simulasi angkat tandu di medan yang tidak rata, hingga ketahanan berjalan kaki dalam jarak tempuh yang jauh. Konsistensi dalam menjaga Fisik yang kuat menjadi investasi penting agar mereka tidak mudah tumbang saat berada di garis depan penanganan bencana. Tim medis setempat menekankan bahwa ketahanan jantung dan kekuatan otot adalah faktor penentu dalam keberhasilan misi kemanusiaan yang sering kali memakan waktu berhari-hari.
Selain aspek kekuatan otot, latihan ini juga mencakup materi tentang nutrisi dan hidrasi yang tepat. Banyak relawan yang bekerja di wilayah terpencil sering kali mengabaikan kebutuhan asupan gizi seimbang karena keterbatasan logistik. Dalam sesi rutin ini, mereka diedukasi mengenai cara mengatur pola makan menggunakan bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar lokasi tugas agar energi tetap terjaga dengan maksimal. Pemahaman mengenai pentingnya asupan cairan untuk mencegah dehidrasi saat bertugas di bawah terik matahari atau kelembapan tinggi menjadi pengetahuan dasar yang wajib dipahami oleh setiap relawan Papua guna menghindari heat stroke atau kelelahan ekstrem.
Aspek kesehatan mental pun menjadi bagian tak terpisahkan dalam rutinitas ini. Latihan fisik yang dilakukan secara berkelompok berfungsi sebagai sarana untuk mempererat ikatan emosional antaranggota tim. Kerja sama tim yang solid adalah kunci utama saat menghadapi situasi krisis yang tidak terduga. Dengan tubuh yang bugar, pikiran para relawan diharapkan tetap jernih dalam mengambil keputusan krusial di bawah tekanan tinggi. Program latihan ini juga menjadi ajang evaluasi kondisi kesehatan anggota secara berkala, di mana petugas kesehatan akan memantau check-up rutin untuk mendeteksi dini jika terdapat gejala penyakit yang mungkin timbul akibat kelelahan kronis.