Tim Water and Sanitation: Menjamin Ketersediaan Air Bersih di Lokasi Bencana

Di tengah kekacauan pasca bencana, ancaman terbesar yang sering kali muncul adalah krisis kesehatan akibat air kotor. Di sinilah peran krusial tim Water and Sanitation (WATSAN) dari Palang Merah Indonesia (PMI) terlihat. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja di belakang layar untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi para korban. Lebih dari sekadar menghilangkan dahaga, akses ke air bersih adalah kunci untuk mencegah penyebaran penyakit, menjaga kebersihan, dan memulihkan martabat para penyintas.


Dari Sumber Tak Layak Menjadi Air Bersih

Tugas tim WATSAN dimulai dengan asesmen cepat terhadap sumber air yang ada. Mereka harus mengidentifikasi sumber air yang paling aman—bisa dari sumur, sungai, atau mata air—lalu memprosesnya. Menggunakan peralatan canggih seperti filter air portabel dan sistem klorinasi, mereka membersihkan air dari kontaminan, bakteri, dan virus. Proses ini adalah langkah vital untuk mencegah wabah penyakit seperti diare dan kolera yang sering kali mengikuti bencana. Sebuah laporan dari tim WATSAN PMI pada 11 September 2025, mencatat bahwa dalam 48 jam pertama pasca banjir bandang, mereka berhasil memasang unit penjernih air yang mampu menghasilkan 1.000 liter air bersih per jam.

Menjamin ketersediaan air juga berarti mengelola distribusinya. Relawan memasang tangki-tangki penampungan, mendirikan keran-keran publik, dan mendistribusikan wadah air kepada setiap keluarga. Mereka memastikan bahwa air dapat diakses dengan mudah dan aman, mengurangi risiko para penyintas untuk mendapatkan air dari sumber yang tidak higienis.


Edukasi dan Kebersihan di Lokasi Pengungsian

Namun, pekerjaan tim WATSAN tidak berhenti pada penyediaan air. Mereka juga bertanggung jawab untuk mempromosikan kebersihan dan sanitasi. Relawan PMI mengadakan sesi edukasi singkat tentang pentingnya mencuci tangan, cara menyimpan air bersih dengan aman, dan penggunaan fasilitas sanitasi. Mereka juga membangun fasilitas toilet dan mandi darurat yang higienis, sebuah langkah yang sering kali diabaikan namun sangat penting untuk kesehatan masyarakat di lokasi pengungsian. Sebuah catatan dari petugas Kepolisian yang bertugas mengamankan lokasi pada 22 Oktober 2025, mencatat bahwa edukasi yang diberikan oleh tim WATSAN sangat membantu dalam menjaga ketertiban dan kesehatan di antara para pengungsi.

Menjamin ketersediaan air yang bersih adalah langkah pertama menuju pemulihan dan pembangunan kembali. Ketika masyarakat tidak lagi khawatir tentang air bersih, mereka dapat mulai memfokuskan energi mereka pada hal-hal lain, seperti mencari keluarga, membangun kembali rumah, dan memulihkan kondisi mental mereka. Air bersih adalah fondasi dari setiap operasi kemanusiaan yang sukses.

Pada akhirnya, peran tim WATSAN sering kali luput dari sorotan publik. Namun, mereka adalah salah satu tim yang paling penting di lokasi bencana. Dengan peralatan dan keahlian mereka, mereka mengubah air kotor menjadi kehidupan, dan ketidakpastian menjadi harapan. Menjamin ketersediaan air bersih adalah bukti nyata bahwa PMI tidak hanya peduli pada korban, tetapi juga pada kesehatan dan martabat mereka.