Palang Merah Indonesia (PMI) memahami bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya sebatas respons saat kejadian, melainkan juga upaya proaktif dalam mitigasi risiko dan edukasi masyarakat. Dua pilar ini menjadi fondasi penting untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas komunitas dalam menghadapi potensi ancaman bencana. PMI percaya bahwa dengan pemahaman yang baik dan langkah pencegahan yang tepat, dampak bencana dapat diminimalkan secara signifikan.
Program mitigasi risiko yang dilakukan PMI mencakup berbagai aspek, mulai dari identifikasi potensi bahaya hingga penyusunan rencana aksi. Sebagai contoh, di daerah pesisir yang rawan tsunami, PMI melakukan pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul aman. Mereka juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan sistem peringatan dini berfungsi dengan baik. Pada hari Jumat, 25 Juli 2025, PMI Cabang Aceh Utara mengadakan lokakarya pemetaan risiko di 5 desa pesisir, melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Lokakarya yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini berhasil menyusun peta risiko terperinci untuk setiap desa.
Edukasi merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi mitigasi risiko PMI. PMI secara aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat luas, mulai dari anak-anak sekolah hingga orang dewasa. Materi yang disampaikan meliputi cara-cara menghadapi gempa bumi, banjir, kebakaran, hingga pentingnya memiliki tas siaga bencana di setiap rumah tangga. Pada Selasa, 5 Agustus 2025, tim relawan PMI bekerja sama dengan Polsek setempat, diwakili oleh Kanit Binmas Ipda Suryadi, menggelar simulasi dan edukasi bencana gempa di dua sekolah menengah pertama di Kabupaten Magelang. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini diikuti oleh sekitar 600 siswa dan guru, menekankan pentingnya respons yang benar saat terjadi guncangan.
PMI juga aktif dalam mengampanyekan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai salah satu bentuk mitigasi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Penanaman pohon di daerah resapan air dan pembersihan sungai menjadi bagian dari inisiatif ini. Dengan pendekatan komprehensif yang memadukan identifikasi ancaman, perencanaan, dan peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi, PMI terus berupaya menciptakan Indonesia yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan bencana di masa depan.